MENGAPA ROSARIO MERAH PUTIH??
Disampaikan pada pertemuan para Imam se-KAJ (Pastores) di Aula Katedral (13/4/16).
“Tahun 2008, Saya dipanggil Rm. Tom Jacobs, SJ saat beliau berbaring sakit di RS Bethesda, dan beliau menceritakan kecemasannya sebagai seorang teolog: jangan-jangan keadaan Gereja Indonesia akan sama dengan Gereja Katolik di Eropa khususnya Belanda.” Demikian ungkap Bapak Uskup mengawali penjelasannya.
Lanjutnya lagi dihadapan lebih kurang 300 Imam se-KAJ, “Namun saya meyakinkan beliau bahwa situasinya akan berbeda jika Gereja Indonesia mengembangkan DEVOSI POPULAR DENGAN LANDASAN IMAN YANG KUAT. Jadi, bukan devosi popular tanpa landasan. Jika devosi tanpa landasan hanya akan menjadi klenik. Bukan juga devosi yang berdasarkan teologi spekulatif.”
Maka ROSARIO MERAH PUTIH sangat baik bukan saja berakar pada semangat kebangsaan tetapi juga menjadi sarana Katekese iman yang kuat, hidup, dan memerdekakan. Sehingga devosi kepada Bunda Maria menjadi kuat karena dilandasi pula oleh pemahaman iman umat yang juga kuat.
Dengan mengacu pada penjelasan Rm Sridanto (Ketua Komisi Liturgi KAJ) tentang Rosario Merah Putih, Bapak Uskup berharap bawah hingga 5 (lima) tahun ke depan, melalui Rosario Merah Putih ini, Dewan Karya Pastoral (DKP-KAJ) bersama Komisi Katekese dan Liturgi mengembangkan katekese tentang iman yang kuat.
“Tahun ini ujud-ujud doa Rosario Merah Putih telah ditentukan, semoga tahun depan dapat dikembangkan ke ujud-ujud yang lain, misalnya memasukkan Ajaran Sosial Gereja. Semoga kita bisa mengembangkan devosi ini secara kreatif”. Ungkap Bapak Uskup mengakhiri penjelasannya.
Pada kesempatan yang sama, Rm Sridanto sebelumnya telah menyampaikan pengertian apa itu Rosario Merah Putih dan bagaimana teknis pelaksanaan Launching yang serentak akan diselenggarakan di seluruh Gereja KAJ pada Minggu Paskah VI, tgl 1 Mei 2016.